Dalam hidup ini, perlulah bersederhana. Kita jangan terlalu merasakan diri kita sempurna dan orang lain tidak baik di mata kita. Sebab itu, kita jangan terlalu takbur dengan apa yang kita ada dan merasakan orang lain tidak ada apa yang kita ada.

Sebenarnya, berbalik pada hati masing-masing. Kalau kita merasakan diri kita sempurna, memang tak akan ke mana pun. Pujian hanyalah di depan tapi di belakang kita tidak tahu kejian atau kutukan daripada orang lain.

Sedih dan kesian dengan orang seperti ini. Jadi, kita janganlah sesekali seperti ini. Bersederhanalah dan bersyukurlah dengn apa yang kita ada. Bak kata Rohana Saad dalam perkongsiannya.

Baca Artikel Menarik Lain Di Sini: Jangan Terlalu Cepat Menghukum, Mana Tahu Berapa Banyak Kebaikan Telah Dia Lakukan

Info Lebih Menarik DI SINI

IKLAN

Tak Usah Di Gali Keburukan Orang Lain

Cerita tentang keburukan orang, tak menjadikan kita orang yang lebih baik. Malah hati itu menjadi lebih kotor. Berpesan-pesanlah kita di dunia kerana di akhirat nanti kita sudah tak saling mempeduli. Masing-masing sibuk dengan diri sendiri, takut akan azab ALLAH yang bakal menanti.

Realitinya kita lebih mencela orangnya berbanding kesalahannya, pantang lihat kesalahan orang lain terus kita menghentam, mengata, mencela. Barangkali kita saja yang ada perasaan, orang lain tiada agaknya?. Marilah kita belajar menghitung kebaikan orang dan bukan menghitung keburukan, kerana tiada manusia yang sempurna.

Belajar berlapang dada dengan kelemahan dan kekurangan orang lain. Jangan suka bercakap tentang keburukan orang. Orang yang baik tidak akan bercakap perkara yang buruk tentang orang lain. Yang penting bukan siapa yang kita lihat tetapi ‘siapa kita’ ketika melihatnya. Orang baik akan sentiasa melihat kebaikan.

Jika kita mencari-cari keburukan, sekuman kebaikan tidak kita ketemukan. Jika memandang dengan kebencian, hanya kejahatan yang kelihatan. Satu jari menuding kesalahan, empat jari lagi mencela kejahatan. Menggali-gali keburukan insan, sia-sia dan dosa kita dapatkan.

Terima Seadanya

Sebelum mengharap ALLAH menilai kita dengan baik, didiklah diri menilai orang lain dengan baik terlebih dahulu. Jangan hanya mengharapkan orang lain sempurna sedangkan diri sendiripun tidak sempurna. Belajar untuk menerima orang seadanya sebagaimana kita mengharapkan orang menerima kita seadanya.

Waspadalah hati yang keras (qoswah)! Yakni kerasnya hati dan membeku sehingga nasihat pun tidak berpengaruh. Jika kematian disebut, ia tak merasa takut atau ngeri. Begitu pula jika mendengar janji-janji ALLAH dan ancaman tentang keadaan Akhirat.

MW: Moga kita dapat manfaat dan panduan daripada apa yang dikatakan itu. Belajar menerima orang dan mengharapkan orang dapat menerima kita seadanya. Aamiin

Sumber: Rohana Saad